Tingkap Kanan
Kita berjalan di lereng bukit amat beralun,
kita melaluinya dengan sebuah motokar kecil,
maka adanya tingkap kiri dan kanan,
sebelah kiri nampak hanya badan bukit itu,
sebelah kanan kita nampak indahnya alam,
nun jauh sana terlihat saujana mata pemberian Tuhan.
Namun peri dan hal kita,
masih terkadang kita hanya memenuhkan cepu kita dengan gelapnya warna badan bukit,
Bagai dunia,
Hanya mencakupi badan si bukit,
hanyalah sungai yang mengalir ke muara keruh,
bagai hidup kita hanyalah berpusing dalam terowong kesepian tiada berpenghujung,
walhal kita sendiri menempatkan tempurung kelapa di atas kepala,
hingga tak ternampak pandangan mata.
Apa mungkin kerna hidup yang masih pucuk,
entahlah,
saya sendiri pun tak pasti,
tapi yang pasti,
cermin kanan itu tetap di situ,
maka pandanglah ke luarnya.
Dan ucaplah Terima Kasih Tuhan atas wujudnya tingkap itu.

Ulasan
Catat Ulasan